Forum Laktasi Kulon Progo

“Sayang Bayi Beri ASI” itulah motto dari Forum Laktasi Kabupaten Kulon Progo. Forum yang belum berumur setahun ini bertekad ingin menjadi pusat informasi, pelayanan dan pengembangan program laktasi menuju Kulon Progo peduli ASI.
Untuk mencapai tekad tersebut, menurut dr Rina Nuryati yang merupakan ketua dari Forum Laktasi Kulon Progo, Forum akan memberikan informasi laktasi baik secara langsung kepada masyarakat atau via internet seperti facebook atau website Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Selain itu, 25 konselor ASI yang bekerja di Dinkes atau di pukesmas akan diberdayakan dan dioptimalkan perannya dalam mendukung , mengembangkan dan bekerjasama dengan pihak lain untuk keberhasilan ASI Eksklusif di Kabupaten Kulon Progo.

Iklan

BALITA GIZI BURUK TIDAK SELALU KARENA KURANG MAKAN

Jika kita mendengar kata balita gizi buruk mungkin yang terbayang dalam benak kita adalah anak yang kurus sekali yang tubuhnya tinggal tulang belulang yang terbungkus dengan kulit. Memang tidak salah karena anak seperti dalam bayangan itu memang jelas berstatus gizi buruk, namun persepsi ini kurang tepat karena anak balita yang berstatus gizi buruk tidak hanya yang kurus-kurus saja tapi juga balita yang tidak kurus namun bertubuh pendek.
Ada tiga indikator yang digunakan dalam menentukan status gizi balita.

Indikator pertama sebagai sarana deteksi dini di Posyandu adalah Berat Badan menurut Umur seperti yang ada pada KMS dalam buku KIA. Dalam indikator ini ada empat kategori yaitu status gizi lebih, baik, kurang dan buruk. Balita yang masuk dalam status gizi buruk berarti berat badannya tidak sesuai (sangat kurang) dengan usianya. Indikator yang kedua adalah Berat Badan menurut Tinggi badan yang dikelompokkan dalam empat kriteria yaitu kurus sekali/sangat kurus, kurus, normal dan gemuk. Indikator ini digunakan untuk menyaring balita hasil saringan indikator pertama, balita yang harus segera ditangani, para praktisi gizi menyebut balita yang sangat kurus adalah balita gizi buruk yang sebenarnya. Sedangkan indikator yang ketiga adalah Tinggi Badan menurut Umur yang terbagi dalam empat kriteria yaitu pendek sekali, pendek, normal dan tinggi. Gizi buruk yang termasuk pada indikator ketiga ini adalah untuk mengetahui masalah gizi kronis.

Baca lebih lanjut

Syarat Makanan: Aman, Bergizi, Berimbang, Beragam dan Halal (AB3H)

Apakah Anda menetapkan syarat tertentu terhadap makanan yang Anda makan? Mungkin ada sebagian orang hanya menuruti selera lidah alias enak aja tanpa pusing-pusing memikirkan lainnya.

Menurut teori yang ada pada ilmu gizi dan pertanian, makanan yang baik jika memenuhi beberapa persyaratan yaitu aman, bergizi, berimbang, beragam dan kedepannya mau ditambah satu syarat lagi yaitu halal.

Keamanan adalah syarat mutlak makanan, walaupun mungkin kurang bergizi tapi kalau sudah aman minimal makanan tidak membuat konsumennya sakit atau keracunan. Jadi jika ada dilema dalam memperlakukan makanan misalnya merebus untuk mengurangi residu pestisida tak masalah walaupun zat gizi tertentu ikut hilang dalam proses perebusan itu.

Yang kedua adalah bergizi, gizi terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Makanan yang baik yang bergizi tinggi, namun juga harus disesuaikan dengan konsumennya.

Selain bergizi juga harus berimbang, artinya proporsi zat gizi yang dikonsumsi sesuai dengan yang kita butuhkan. Jika tidak seimbang maka akan berakibat timbulnya masalah gizi  baik itu kurang gizi atau kelebihan gizi.

Beragam artinya bahan makanan yang digunakan bervariasi tidak monoton itu-itu saja.  Selain menghindari kebosanan juga untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dibandingkan hanya makan beberapa jenis saja.

Persyaratan halal masih dalam wacana ditambahkan mengingat mayoritas agama di Indonesia adalah Islam. Halal itu bisa bersifat halal zatnya dan halal cara mendapatkannya.