BALITA GIZI BURUK TIDAK SELALU KARENA KURANG MAKAN

Jika kita mendengar kata balita gizi buruk mungkin yang terbayang dalam benak kita adalah anak yang kurus sekali yang tubuhnya tinggal tulang belulang yang terbungkus dengan kulit. Memang tidak salah karena anak seperti dalam bayangan itu memang jelas berstatus gizi buruk, namun persepsi ini kurang tepat karena anak balita yang berstatus gizi buruk tidak hanya yang kurus-kurus saja tapi juga balita yang tidak kurus namun bertubuh pendek.
Ada tiga indikator yang digunakan dalam menentukan status gizi balita.

Indikator pertama sebagai sarana deteksi dini di Posyandu adalah Berat Badan menurut Umur seperti yang ada pada KMS dalam buku KIA. Dalam indikator ini ada empat kategori yaitu status gizi lebih, baik, kurang dan buruk. Balita yang masuk dalam status gizi buruk berarti berat badannya tidak sesuai (sangat kurang) dengan usianya. Indikator yang kedua adalah Berat Badan menurut Tinggi badan yang dikelompokkan dalam empat kriteria yaitu kurus sekali/sangat kurus, kurus, normal dan gemuk. Indikator ini digunakan untuk menyaring balita hasil saringan indikator pertama, balita yang harus segera ditangani, para praktisi gizi menyebut balita yang sangat kurus adalah balita gizi buruk yang sebenarnya. Sedangkan indikator yang ketiga adalah Tinggi Badan menurut Umur yang terbagi dalam empat kriteria yaitu pendek sekali, pendek, normal dan tinggi. Gizi buruk yang termasuk pada indikator ketiga ini adalah untuk mengetahui masalah gizi kronis.

Baca lebih lanjut

Syarat Makanan: Aman, Bergizi, Berimbang, Beragam dan Halal (AB3H)

Apakah Anda menetapkan syarat tertentu terhadap makanan yang Anda makan? Mungkin ada sebagian orang hanya menuruti selera lidah alias enak aja tanpa pusing-pusing memikirkan lainnya.

Menurut teori yang ada pada ilmu gizi dan pertanian, makanan yang baik jika memenuhi beberapa persyaratan yaitu aman, bergizi, berimbang, beragam dan kedepannya mau ditambah satu syarat lagi yaitu halal.

Keamanan adalah syarat mutlak makanan, walaupun mungkin kurang bergizi tapi kalau sudah aman minimal makanan tidak membuat konsumennya sakit atau keracunan. Jadi jika ada dilema dalam memperlakukan makanan misalnya merebus untuk mengurangi residu pestisida tak masalah walaupun zat gizi tertentu ikut hilang dalam proses perebusan itu.

Yang kedua adalah bergizi, gizi terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Makanan yang baik yang bergizi tinggi, namun juga harus disesuaikan dengan konsumennya.

Selain bergizi juga harus berimbang, artinya proporsi zat gizi yang dikonsumsi sesuai dengan yang kita butuhkan. Jika tidak seimbang maka akan berakibat timbulnya masalah gizi  baik itu kurang gizi atau kelebihan gizi.

Beragam artinya bahan makanan yang digunakan bervariasi tidak monoton itu-itu saja.  Selain menghindari kebosanan juga untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dibandingkan hanya makan beberapa jenis saja.

Persyaratan halal masih dalam wacana ditambahkan mengingat mayoritas agama di Indonesia adalah Islam. Halal itu bisa bersifat halal zatnya dan halal cara mendapatkannya.

KONSUMSI IKAN SEBAGAI SUMBER ASAM LEMAK ESENSIAL

Pada hakekatnya semua zat gizi  mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, B,C, D,E dan K serta semua jenis mineral baik mineral mikro dan makro itu penting dan berpengaruh pada pertumbuhan otak dan perkembangan kecerdasan anak-anak kita. Pengaruh zat gizi itu bisa secara langsung maupun tidak secara langsung , karena di dalam tubuh zat-zat gizi tersebut bermetabolisme dan saling berinteraksi , saling membutuhkan satu sama lain untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak khususnya otak dan fungsinya dalam kecerdasan.

Pertumbuhan otak dan perkembangan kecerdasan sangat pesat pertama pada 1000 hari emas yaitu masa kehamilan sampai usia dua tahun dan kedua pada masa 2 tahun sampai 5 tahun. Tentu saja pada masa ini dibutuhkan asupan zat gizi mencukupi terutama zat gizi yang berhubungan langsung untuk pertumbuhan dan perkembangan otak yaitu asam lemak esesial.

Baca lebih lanjut

Fitokimia

Anda sering mengkonsumsi namun mungkin Anda masih merasa asing dengan istilah Fitokimia. Fitokimia berasal dari kata phytochemical . Phyto berarti tumbuhan atau tanaman dan chemical sama dengan zat kimia berarti zat kimia yang terdapat pada tanaman. Senyawa fitokimia tidak termasuk kedalam zat gizi karena bukan berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral maupun air. Jadi apakah fitokimia itu? Setiap tumbuhan atau tanaman mengandung sejenis zat yang disebut fito kimia, merupakan zat kimia alami yang terdapat di dalam tumbuhan dan dapat memberikan rasa, aroma atau warna pada tumbuhan itu. Sampai saat ini sudah sekitar 30.000 jenis fitokimia yang ditemukan dan sekitar 10.000 terkandung dalam makanan.
Beberapa studi pada manusia dan hewan membuktikan zat-zat kombinasi fitokimia ini di dalam tubuh manusia memiliki fungsi tertentu yang berguna bagi kesehatan. Kombinasi itu antara lain menghasilkan enzim-enzim sebagai penangkal racun (detoksifikasi), merangsang sistem pertahanan tubuh (imunitas), mencegah penggumpalan keping-keping darah (trombosit), menghambat sintesa kolesterol di hati, meningkatkan metabolisme hormon, meningkatkan pengenceran dan pengikatan zat karsinogen dalam liang usus, menimbulkan efek anti bakteri , anti virus dan anti oksidan, mengatur gula darah serta dapat menimbulkan efek anti kanker. Baca lebih lanjut

Steroid memang cespleng tapi harus hati-hati!

Tadi malam rasanya alergiku lagi kumat, hidung meler, batuk sampai capek, hidung dan tenggorokan rasanya gatal bukan main.

Tak tahan rasanya, apalagi saat itu harus menemani 2 balitaku yang harus segera dibobokkan. Langung aja aku ambil persediaan ctm-ku. Tiga jam kemudian gejala berangsur hilang, namun ketika bagun tadi pagi tenggorokanku terasa nyeri. Karena harus segera pergi bekerja aku minum deksa. Ces pleng dua jam kemudian rasa nyeri hilang.

Deksametason (dexamethasone) adalah obat golongan hormon kortikosteroid yang diindikasikan sebagai anti radang, rematik dan alergi. Obat ini menyebabkan tertimbunnya cairan di dalam tubuh, terutama di wajah dan pundak. Pipi akan terlihat lebih tembem dan agak bulat (bahasa medisnya, moon face).

Jika tidak terpaksa maka sebaiknya menghindari obat ini, dan jika memang terpaksa mengkonsumsinya jangan gunakan dalam jangka waktu lama karena banyak sekali efek negatifnya seperti kacaunya sistem metabolisme tubuh dan juga osteoporosis.

 

Mengatasi Anak Susah Makan

Seorang ibu yang sedang bingung, memeriksakan anaknya ke dokter anak, karena berat badan Si anak tidak naik dalam dua bulan berturut-turut dan sering sakit. Dokter menasehati Si ibu untuk memberikan makanan bergizi pada anaknya, secara rinci dokter menjelaskan jenis-jenis makanan bergizi. Selesai penjelasan Si ibu berkata, “ Dok saya sudah tahu tantang gizi, yang saya tidak tau bagaimana caranya memasukkan makanan itu ke dalam perut anak saya”.

Banyak faktor yang menyebabkan anak sulit makan, antara lain masalah penyakit (alergi, infeksi, gangguan mengunyah dan menelan), makanan yang kurang menarik dan kurang bervariasi dan faktor psikologi. Penyebab yang membuat anak sulit makan bisa berbeda dengan anak yang lain, untuk mengatasi masalah ini kita harus melihat kasus per kasus.

Buku ini sumber informasi tentang cara mengatasi berbagai penyebab kesulitan makan. Jika anda memiliki masalah serupa simak buku ini selengkapnya.
Buku ini merupakan karya ke 3 dari Nurul Laily Hidayati, S.Si.T, M Kes, salah seorang staf Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo.

Bebas Kanker Meski Makan Daging

Bebas Kanker tidak harus anti-daging. Karena daging memiliki banyak kandungan gizi yg tidak bisa diganti oleh sayur & buah.

Buku ini menyajikan informasi lengkap tentang serba-serbi kanker, melindungi tubuh dari kanker, cara aman mengonsumsi daging agar tetap aman dari kanker, dan aneka resep sehat berbahan daging.

Mulailah hidup sehat dengan mengatur pola makan berdasarkan “13 Pesan Dasar Gizi Seimbang” dari Departemen Kesehatan Indonesia. Serta menjalani “10 Langkah Bebas Kanker” supaya hidup sehat, bebas dari penyakit mematikan.

BEBAS KANKER MESKI MAKAN DAGING
karya: Nurul Laily Hidayati S.Si.T, M.Kes
15 x 23 cm, 152 hlmn.