DOT CARD UNTUK BATITA

Sebelum mulai mengajarkan matematika pada si buah hati, tinggalkanlah paradigma berpikir bahwa belajar matematika adalah bersusah payah, suatu beban berat, suatu tugas, suatu momok yang menakutkan, karena jika kita berpikir seperti itu maka kita juga akan berpikir bahwa matematika tak pantas diajarkan pada bayi ataupun batita. Dilain pihak, kenapa beberapa orang bisa sangat menyukai pelajaran matematika dan menikmatinya seperti sebuah permainan? Sebenarnya hal ini karena perbedaan cara pandang saja. Jika sudah sejak awal kita mempersepsikan sesuatu itu menakutkan atau menjemukan maka kita cenderung melakukan penolakan. So..ubahlah pandangan anda tentang matematika menjadi sebuah permainan yang menyenangkan, suatu yang lebih nikmat dari coklat atau kue dan belajar metematika adalah bersenang-senang bukan bersusah payah, juga merupakan suatu kehormatan.
Perubahan pola pikir akan membuat suasana permainan menjadi sangat menyenangkan, karena anda akan membawakannya dengan hati dan ekspresi gembira dan ini akan membuat si buah hati ikut menikmatiya dengan gembira juga.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mengatasi Anak Susah Makan

Seorang ibu yang sedang bingung, memeriksakan anaknya ke dokter anak, karena berat badan Si anak tidak naik dalam dua bulan berturut-turut dan sering sakit. Dokter menasehati Si ibu untuk memberikan makanan bergizi pada anaknya, secara rinci dokter menjelaskan jenis-jenis makanan bergizi. Selesai penjelasan Si ibu berkata, “ Dok saya sudah tahu tantang gizi, yang saya tidak tau bagaimana caranya memasukkan makanan itu ke dalam perut anak saya”.

Banyak faktor yang menyebabkan anak sulit makan, antara lain masalah penyakit (alergi, infeksi, gangguan mengunyah dan menelan), makanan yang kurang menarik dan kurang bervariasi dan faktor psikologi. Penyebab yang membuat anak sulit makan bisa berbeda dengan anak yang lain, untuk mengatasi masalah ini kita harus melihat kasus per kasus.

Buku ini sumber informasi tentang cara mengatasi berbagai penyebab kesulitan makan. Jika anda memiliki masalah serupa simak buku ini selengkapnya.
Buku ini merupakan karya ke 3 dari Nurul Laily Hidayati, S.Si.T, M Kes, salah seorang staf Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo.

Makanan Untuk Keluarga

Masak apa ya…nanti? Di kulkas rumah ada jagung, telur, gandum, kobis,seledri, wortel, ayam. Apa bikin sop wortel kobis aja trus lauknya bikin bakwan jagung saja ya? Pasti ayah dan Qila suka.

Tiap pulang kerja aku kadang bingung dengan ide masakan yang akan kuhidangkan untuk keluarga di sore hari. Habis daftar masakan yang ada di kepalaku itu-itu aja, jadi bosen juga. Mau nyoba resep yang ada di buku-buku susah nyari bahannya di pasar. Kalo bahan nggak lengkap nggak puas rasanya.

Males rasanya kalau harus menyusun siklus menu. Soalnya kemungkinan meleset dari perencanaan sangat besar, karena sering kali ga ada waktu buat belanja. Waktu untuk masak juga kadang ga ada karena begitu sampai rumah aku sudah disibukkan dengan dua buah hatiku.

Untungnya ayah ga pernah protes apapun masakanku. Dia memang laki-laki yang sangat menyenangkan, jarang sekali marah dan protes. Semua masakan yang kusajikan selalu berkenan di hatinya dan selalu ia santap. Kalo kubilang, “Yah pilih dibuatin soto apa sate?” Dia jawab, “Apa aja yang menurut Mama paling mudah dibuat dan nggak merepotkan.” Itulah suamiku tercinta yang tidak pernah ingin merepotkan istri.

Nah kalo anak-anak laen lagi. Kalo yang bungsu Atha nih jatahnya bubur, baru 7 bulan sih. Tapi akhir-akhir ini lagi lahap-lahapnya kalo disuapi bubur. Kalo dah lihat sendok didepan maunya nyosor melulu, lucu deh. Dua minggu lalu pas diare kuberi sirup Zinc selama sepuluh hari yang dapat meningkatkan nafsu makannya, mungkin ini yang membuat nafsu makannya agak luar biasa. Kakaknya (Qila) laen lagi sukanya ayam atau bebek kalo di rumah (meskipun gitu aku selalu ganti-ganti), kalo di sekolah apa aja mau asal pake kuah sayur, paling seneng kuah soto atau sop. Aku suka sekali ekpressinya kalo lagi makan terasa enak kadang bilang, “Enak buatan Mama jempol dua, “ katanya dengan mata berbinar dan mengacungkan jempolnya kanan kiri. Di sekolah (TPA) si kakak paling jago makan, bahkan kata ustadhahnya (guru) Qila minta makan berkali-kali paling sering 5 kali. Tiap pagi selalu kubawakan bekal makanan, kalo tidak kasian ustadhahnya kualahan dimintai maem, kan belum siap.