DOT CARD UNTUK BATITA

Sebelum mulai mengajarkan matematika pada si buah hati, tinggalkanlah paradigma berpikir bahwa belajar matematika adalah bersusah payah, suatu beban berat, suatu tugas, suatu momok yang menakutkan, karena jika kita berpikir seperti itu maka kita juga akan berpikir bahwa matematika tak pantas diajarkan pada bayi ataupun batita. Dilain pihak, kenapa beberapa orang bisa sangat menyukai pelajaran matematika dan menikmatinya seperti sebuah permainan? Sebenarnya hal ini karena perbedaan cara pandang saja. Jika sudah sejak awal kita mempersepsikan sesuatu itu menakutkan atau menjemukan maka kita cenderung melakukan penolakan. So..ubahlah pandangan anda tentang matematika menjadi sebuah permainan yang menyenangkan, suatu yang lebih nikmat dari coklat atau kue dan belajar metematika adalah bersenang-senang bukan bersusah payah, juga merupakan suatu kehormatan.
Perubahan pola pikir akan membuat suasana permainan menjadi sangat menyenangkan, karena anda akan membawakannya dengan hati dan ekspresi gembira dan ini akan membuat si buah hati ikut menikmatiya dengan gembira juga.


OTAK KANAN
Tahun 1968, Dr. Roger Sperry pertama kali menemukan perbedaan fungsi otak yang berbeda antara belahan kiri dan kanan. Secara garis besarnya, fungsi yang dikendalikan oleh masing-masing belahan otak adalah sebagai berikut :
OTAK KIRI mengendalikan :
o pikiran sadar
o analisa, logika, rasional
o bahasa
OTAK KANAN mengendalikan :
o pikiran bawah sadar
o emosi
o kreatif, intuitif
Jika dijabarkan lebih lanjut, otak kanan akan mengendalikan fungsi :
1. photographic memory
2. speed reading, listening
3. automatic mental processing
4. mass-memory
5. multiple language acquisition
6. computer-like math calculation
7. creativity in movement, music and art
8. intuitive insight
Jika kita bandingkan antara otak kanan dan otak kiri diatas maka otak kanan kelihatan lebih unggul terutama untuk memori dan menghitung. Permainan dengan flashcard dan dotcard merupakan salah satu cara untuk mengasah kemampuan otak kanan anak bawah tiga tahun yang dirancang oleh Glen Doman, sehingga metode ini terkenal dengan metode Glen Doman. Pada awalnya metode ini hanya diterapkan pada terapi anak yang mengalami kelumpuhan otak (Cerebral Palsy), tapi pada perkembangannya metode ini juga diterapkan pada anak-anak yang normal.
Mungkin dibenak anda muncul satu pertanyaan kenapa kita mengajarkan pada Batita? Usia 0-3 tahun merupakan masa emas (golden period) perkembangan kecerdasan anak. Tiga tahun pertama yang sangat menentukan untuk tahap selanjutnya karena pada masa ini otak anak mengalami perkembangan pesat hingga 70-80% pada usia 3 tahun. Selain faktor genetik dan zat gizi, pada fase ini ternyata kecerdasanpun bisa ditingkatkan di masa ini dengan stimulasi-stimulasi salah satunya yaitu flashcard dan dotcard metode Glen Doman.
Dr. Makoto Shichida, seorang spesialis perkembangan anak balita, dalam bukunya “Right Brain Education in Infancy” menjelaskan sebuah hasil studi di Nippon Medical Center oleh Prof. Shinagawa terhadap seorang anak yang bernama Yuka Hatano. Yuka Hatano adalah seorang juara dunia menghitung cepat, yang mampu menghitung 16 digit soal lebih cepat daripada kalkulator ! Ketika Yuka melakukan perhitungan tersebut, melalui “PET scan” terlihat bahwa yang mengendalikan fungsi otaknya adalah otak kanan bagian belakang.
Jika kita tidak memanfaatkan masa keemasan 3 tahun pertama dari umur si buah hati yang singkat itu, maka akan sayang sekali, si kecil akan mempunyai kemampuan biasa saja (seperti kita orangtuanya). Tentunya semua orangtua selalu menginginkan anaknya jauh lebih baik dari mereka, maka jangan sia-siakan waktu 3 tahun pertama tersebut. Luangkan waktu buat si kecil walaupun anda sangat sibuk, karena permainan ini tidak lama bahkan harus dilakukan sesingkat mungkin untuk menghindari kebosanan.
Sistim pendidikan di SD dan selanjutnya selalu menekankan pemakaian otak kiri , padahal otak kiri mempunyai kemampuan memori yang sangat terbatas. Itu sebabnya kita perlu menstimulasi anak kita sedini mungkin sebelum terlambat sehingga ia terbiasa menggunakan keduanya.Hal yang paling ideal adalah keseimbangan penggunaan otak kanan dan kiri.
KEUNGGULAN DOTCARD
Di pasaran banyak produk yang digunakan untuk mengajar matematika, namun kebanyakan berupa kartu angka yang kecil dengan gambar benda yang berganti-ganti. Misalnya 1 ekor sapi, 2 ekor ayam dan sebagainya. Kartu angka semacam ini cocok diterapkan pada anak yang telah menyelesaikan permainan dotcard (usia diatas 3 tahun), karena jika diterapkan pada bayi dan batita akan kesulitan didalam memahami konsep bilangan. Anak akan cenderung menghafal gambar daripada memahami konsep bilangan.
Kartu ini dirancang dengan bulatan (dot) berwarna merah, karena anak cenderung menyukai bentuk bulat dan warna menyala. Tidak ada perubahan bentuk dalam tiap kartu sehingga memudahkan anak memehami konsep bilangan. Kartu juga dilengkapi komponen persamaan matematika seperti +, :, -, x, y, =, <, ≠, √.
Dot dalam kartu ini sengaja disusun secara acak, hal ini dilakukan untuk menstimulasi otak kanan anak, jadi jangan berpikir hal ini tidak masuk akal hanya karena anda tidak bisa menghafalnya. Anak anda bisa melakukannya dengan otak kanannya.
PETUNJUK PERMAINAN

  • Anda dapat mengajar bayi Anda matematika, walaupun Anda sendiri kurang menguasainya. Tidak menjadi soal bagaimana pun buruknya Anda melaksanakan pengajaran matematika ini. Anak Anda pasti belajar lebih banyak dibandingkan jika Anda tidak mengusahakannya sama sekali. Semakin pandai Anda memainkannya, anak Anda akan semakin cepat dan semakin baik.
  • Jangan beranggapan bahwa anak Anda tidak dapat melakukannya hanya karena Anda belum pernah bertemu orang dewasa yang dapat melakukannya.
  • Memulai di usia anak yang semakin dini akan semakin baik.
  • Begitu Anda meluapkan kegembiraan saat mengajar, maka anak akan menaruh minat pada matematika untuk selamanya. Ia akan menjadi yakin bahwa matematika lebih menyenangkan dari pada es krim.
  • Waktu permainan harus singkat. Upayakan tidak lebih dari 1 detik untuk setiap kartunya.
  • Orang tua harus peka terhadap perhatian, minat dan semangat anak.
  • Orang tua harus menghentikan sebelum si anak ingin berhenti.
  • Mulailah saat anak dalam keadaan gembira dan tidak lelah.
  • Gunakan ruangan yang didalamnya tidak banyak benda yang dapat mengalihkan perhatiannya
  • Jangan memberikan penjelasan panjang lebar kepada anak. Anak akan menyimpulkan sendiri fakta-fakta yang dilihatnya.
  • Berikan penghargaan pada anak ditiap akhir sesi berupa pujian betapa pintarnya dia, pelukan dan ciuman dengan penuh semangat dan kasih sayang. Jangan memberi hadiah berupa permen, kue atau sejenisnya.
  • Jangan menguji lebih dahulu karena akan membuat suasana tegang.
  • Jangan mengulang kartu lama yang pernah diberikan karena akan membuat anak bosan.
  • Siapkan pelajaran dan kartu-kartu yang digunakan sebelum pelajaran dimulai. Jangan mencari-cari kartu yang akan disampaikan saat dihadapan anak.
  • Akan lebih mudah bagi Anda mengajarkan anak Anda matematika jika Anda telah mengajar membaca kepada anak Anda. Kartu untuk mengajar bayi membaea dengan metode Glenn Doman pun telah tersedia di pasaran.

DAFTAR PUSTAKA
Doman Glenn., “Mengajar Bayi Anda Matematika”.Gaya Favorit Press, 1998.
Doman Glenn & Janet Doman., “How To Teach Your Baby Math (Bagaimana Mengajar Bayi Anda Matematika Sambi! Bermain)’; GD Baby/s Programs (5) pte ltd, 2005.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: