KONSUMSI IKAN SEBAGAI SUMBER ASAM LEMAK ESENSIAL

Pada hakekatnya semua zat gizi  mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, B,C, D,E dan K serta semua jenis mineral baik mineral mikro dan makro itu penting dan berpengaruh pada pertumbuhan otak dan perkembangan kecerdasan anak-anak kita. Pengaruh zat gizi itu bisa secara langsung maupun tidak secara langsung , karena di dalam tubuh zat-zat gizi tersebut bermetabolisme dan saling berinteraksi , saling membutuhkan satu sama lain untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak khususnya otak dan fungsinya dalam kecerdasan.

Pertumbuhan otak dan perkembangan kecerdasan sangat pesat pertama pada 1000 hari emas yaitu masa kehamilan sampai usia dua tahun dan kedua pada masa 2 tahun sampai 5 tahun. Tentu saja pada masa ini dibutuhkan asupan zat gizi mencukupi terutama zat gizi yang berhubungan langsung untuk pertumbuhan dan perkembangan otak yaitu asam lemak esesial.

Asam lemak esensial merupakan sebutan bagi asam lemak yang tidak dapat dibuat sendiri oleh suatu spesies hewan (termasuk manusia), atau dapat dibuat tetapi tidak mencukupi kebutuhan minimal yang diperlukan untuk memenuhi fungsi fisiologinya. Hal ini terjadi karena spesies yang bersangkutan tidak memiliki,atau memiliki tetapi kurang fungsional, enzim yang bertanggung jawab dalam melakukan sintesis asam lemak tersebut.

Bagi setiap spesies, asam lemak yang esensial berbeda-beda. Bagi manusia, asam lemak esensial mencakup golongan asam lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acids, PUFA) tipe cis, khususnya dari kelompok asam lemak omega tiga, seperti misalnya asam linolenat (ALA), asam eikosapentaenoat (EPA), dan asam dekosaheksaenoat (DHA), dan asam lemak omega-6, seperti misalnya asam linoleat. Tubuh manusia tidak mampu menghasilkan enzim desaturase tetapi mampu memanjangkan dan merombak PUFA.

Ikan merupakan makanan yang sumber  asam lemak esensial. Lemak ikan memiliki komposisi asam lemak esensialnya diberikatan tidak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acids) seperti asam lemak linoleat (18:2), asam lemak linolenat (18:3), asam lemak eikosapentaenoat (EPA, 10:5) dan asam lemak dokosaheksaenoat (DA, 22:6), serta asam lemak arakhidonat (20:4).

EPA       : kependekan dari Asam Eikosapentaenoat (Eicosapentaenoate acid). Epa adalah precursor dari prostaglandin yang bermanfaat menurunkan respons peradangan melalui cara berkompetisi dengan asam arakidonat penyebab radang. Sumber EPA adalah ikan laut,minyak ikan yang mengandung minyak hati ikan cod yang juga dikenal sebagai pure cod liver oil.

DHA      : kependekan dari Asam Dokosaheksaeoat (Dokosahexanoate acid). Bermanfaat memberikan efek anti-inflaatorik yang tinggi, dan sering digolongkan dalam kelompok EPA. DHA juga terlibat dalam perkembangan otak anak dan pemulihan kesehatan otak di saat penuaan. Sumber dari Makerel, herring, sarden, salmon.

ALA      : kependekan dari Asam Alfalinolenat (Alpha Linolenic Acid). Ditemukan pada tahun 1930-an sebagai salah satu antioksidan utama yang penting, dan bertindak secara sinergik dengan antioksidan lain, misal vitamin C dan E.

 

Peran Asam Lemak Omega 3 dan Omega 6 pada Kecerdasan dan Kesehatan

Omega 3 dan omega 6 merupakan asam lemak esensial yang memiliki peranan penting bagi tubuh. Manfaat omega 3 dan manfaat omega 6sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan otak dan tubuh bayi. Banyak yang mengatakan bahwa omega 3 dan 6 dapat menunjang kecerdasan otak demi terwujudnya bayi pintar.

Omega 3 biasanya terkandung dalam beragam jenis ikan (salmon, tuna, dan tongkol), biji-bijian (biji rami dan kacang polong) serta sayuran yang berwarna hijau tua (bayam, daun papaya, brokoli, dan labu). Dengan menkonsumsi beragam sumber omega 3 tersebut, kita akan mendapatkan manfaat omega 3. Beberapa manfaat omega 3, diantaranya:

  • Menunjang perkembangan membran sel pada otak bayi, sehingga bayi mudah menangkap berbagai hal di sekitarnya. Selain itu, omega 3 juga menunjang daya ingat terhadap sesuatu hal. Maka dari itu, agar bayi pintar, hendaklah ibu memberi bayi asupan yang banyak mengandung omega 3.
  • Melancarkan sirkulasi peredaran darah dalam tubuh, sehingga menunjang kesehatan jantung bayi.
  • Mempertajam penglihatan bayi dan meningkatkan kesehatan mata, karena omega 3 merupakan salah satu penyusun komponen pada organ retina.
  • Melancarkan mekanisme pencernaan bayi.
  • Sifat anti inflamasinya sangat baik untuk sistem persendian tubuh bayi.
  • Meningkatkan stamina tubuh bayi.
  • Sangat baik untuk kesehatan kulit bayi yang sangat sensetif terhadap beragam penyakit kulit.

Sedangkan omega 6 bermanfaat akan lebih optimal bila kita mengkonsumsi berbarengan dengan sumber omega 3. Manfaat omega 6 diantaranya:

  • Menekan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini sangat bermanfaat terhadap perkembangan jantung bayi.
  • Dapat mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah. Hal ini dapat menunjang kesehatan sistem peredaran darah bayi dan sirkulasi oksigen dalam sistem pernafasan bayi.
  • Mengatur kadar gula dalam darah.
  • Menunjang perkembangan sistem syaraf bayi. Disamping itu, salah satu komponen penyusun dalam omega 6 mampu memperbaiki jaringan syaraf bayi yang rusak.

Sistem saraf pusat dan otak merupakan organ vital yang pertama dibentuk. Proses pertumbuhan sel neuron otak terjadi pada minggu ke-20 hingga ke-36, dan disempurnakan hingga bayi berusia dua tahun. Meskipun massa otak janin hanya sekitar 16% dari tubuhnya, namun dibandingkan dengan organ tubuh lain, otak paling banyak memerlukan energi (lebih dari 70%) untuk proses tumbuh kembangnya. Energi itu terutama berasal dari deposit zat gizi dan asam lemak esensial tubuh ibunya.

Pesatnya pertumbuhan sel-sel otak terjadi sekitar minggu ke 20-36 usia kehamilan. Pada periode tersebut sangat diajurkan agar Ibu hamil banyak mengonsumsi ikan, terutama ikan laut, agar kebutuhan asam lemak omega-3 dalam proses pertumbuhan otak janin yang dikandungnya terpenuhi dan menjadi optimal.

Tak hanya pada janin dan bayi, nutrisi ikan ternyata baik untuk remaja seperti hasil penelitian di Swedia yang menunjukkan bahwa remaja laki-laki berusia 15 tahun dan makan ikan sedikitnya satu kali satu pekan mencatat prestasi tinggi dalam uji intelijensi ketika mereka berusia 18 tahun dibandingkan dengan mereka yang jarang makan ikan.

Kandungan Asam Lemak Omega 3 pada Ikan

Minyak ikan mempunyai konsentrasi kandungan omega-3 yang lebih tinggi dibanding ikan utuh, sehingga dapat dijadikan pilihan alternatif khususnya bagi orang yang bermasalah untuk makan ikan atau orang yang memerlukan asupan omega-3 dalam jumlah banyak.

Konsumsi ikan minimal 2-3 kali dalam sehari efeknya dapat mencegah penyakit, menjadi cerdas dan sehat. Ikan juga mengandung faktor anti-oksidan yang melindungi asam lemak tak jenuh dari oksidasi sebelum dan sesudah proses pencernaan.

Untuk memperoleh efek tersebut diatas, sebagian orang harus memperoleh sekitar 6-9 gram minyak ikan per hari (rata-rata 100 gram ikan mengandung minyak ikan sekitar 3 gram).  Minyak ikan mempunyai pengaruh yang lebih cepat dibanding dengan makan ikan. Namun demikian, beberapa manfaat makan ikan terhadap beberapa penyakit tidak dapat diperoleh dengan mengonsumsi minyak ikan. Bagi penderita tekanan darah tinggi misalnya, akan lebih bermanfaat makan ikan daripada minyak ikan karena penurunan tekanan darah disebabkan oleh tingginya proporsi DHA dan EPA. Ikan lebih banyak mengandung DHA dan EPA dibandingkan minyak ikan .

Jika kita mengkonsumsi ikan kita akan memperoleh manfaat dari nutrisi selain asam lemak yang terdapat 4 kelompok zat gizi, yaitu  :

  • Protein 18% (asam-asam esensial untuk pertumbuhan)
  • Lemak 1-20% (asam lemak tak jenuh, mudah dicerna dan dapat membantu menurunkan kolesterol darah)
  • Berbagai jenis vitamin (A, D, Thiamin, Riboflavin, dan Niacin)
  • 4. Mineral (Mg, Fe, Cu, Zn dan Se)

Tingkat Konsumsi Ikan di Indonesia

Bangsa kita yang mempunyai potensi kelautan yang sangat besar dan produksi perikanan peringkat ke -13 terbesar di dunia ternyata angka tingkat konsumsi ikan Indonesia masih sangat rendah bahkan berada di bawah Malaysia padahal jumlah penduduk Indonesia yang 237 juta jiwa jauh lebih banyak jika dibandingkan Malaysia yang hanya berpenduduk 27 juta jiwa. Yang artinya bangsa kita masih menghadapi berbagai masalah dan rintangan sehingga membuat bangsa kita seakan-akan terkurung dan tidak bisa berbuat banyak. Menurut hasil perhitungan, angka konsumsi ikan Indonesia yaitu 30,47 kg/kapita/tahun sedangkan Malaysia angka konsumsi ikannya 45 kg/kapita tahun.

Beberapa faktor ditengarai sebagai penyebab rendahnya tingkat konsumsi ikan di Indonesia, antara lain karena (1) kurangnya pemahaman masyarakat tentang gizi dan manfaat protein ikan bagi kesehatan dan kecerdasan; (2) rendahnya suplai ikan, khususnya ke daerah-daerah pedalaman akibat kurang lancarnya distribusi pemasaran ikan; (3) belum berkembangnya teknologi pengolahan/pengawetan ikan sebagai bentuk keanekaragaman dalam memenuhi tuntutan selera konsumen; dan (4) sarana pemasaran dan distribusi masih terbatas baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Salah satu strategi yang dilakukan pemerintah dengan meningkatkan permintaan ikan yaitu dengan kampanye Gemarikan. Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi ikan yang sebelumnya rendah.

 

Merubah Pola Konsumsi

Tingginya potensi nutrisi pada ikan kurang dimanfaatkan di Negara kita, karena budaya makan ikan  masih kurang. Pola konsumsi orang Indonesia sangat berbeda dengan orang Jepang. Jika kita konsumsi tinggi karbohidrat dari makanan pokok dan protein sebagian besar bukan dari ikan serta kurang mengkonsumsi buah dan sayuran, sementara orang Jepang sangat menyukai ikan sayuran dan buah.

Merubah pola konsumsi dari tidak suka ikan menjadi suka ikan memang tidak mudah, karena pola makan kita terbentuk sejak kita kecil dan ini merupakan warisan kebiasaan dari orang tua kita.

Kampanye makan ikan memang baik, namun alangkah baiknya jika kita membidik sasaran kampanye yang kurang diperhitungkan yaitu kalangan anak-anak, karena pola makan mereka sedang dibentuk sehingga akan lebih mudah mendorong anak untuk menyukai makan ikan dibandingkan merubah pola makan orang dewasa yang sudah lama tak menyukai ikan. Selain pola makan yang sedang dibentuk anak-anak membutuhkan nutrisi untuk perkembangan otaknya yaitu asam lemak esensial yang banyak terkandung dalam ikan.

Daftar Pustaka

Gsianturi. 2002. Omega 3 Ikan Mengurangi Ancaman Sakit Jantung. (online)
http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1022821996,69729
Anonim. 2009. Omega 3 Modal Untuk Kecerdasan. (online)
http://www.dechacare.com/Omega-3-Modal-Untuk-Kecerdasan-I489.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: